Tentang RIDI

Tentang RIDI

Sasaran Program

Incubator

Incubator

Selama ini inkubator banyak berasal dari lembaga-lembaga perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat lainnya ada yang berorientasi laba dan tidak. Jika berorientasi laba maka artinya para wirausaha yang difasilitasi harus membayar dalam jumlah tertentu untuk mendapatkan layanan inkubator. Fasilitas pendampingan semacam ini tentu sulit diakses oleh usaha mikro yang baru belajar berwirausaha dengan modal yang terbatas, atau bahkan tanpa modal sama sekali. Bagi lembaga inkubator yang tidak berorientasi laba biasanya berupaya mencari pendanaan dari berbagai sumber yang tidak mengikat seperti bantuan dana atau hibah. Namun, dana tersebut juga sulit diperoleh dalam jumlah yang memadai dan berkesinambungan. Akibatnya, sebagian besar usaha mikro dapat dipastikan sulit untuk terlayani oleh berbagai lembaga inkubasi yang ada. Terkait hal di atas maka dibutuhkan kegiatan pemberian bantuan fasilitasi pengembangan lembaga inkubator wirausaha. Dengan pemberian fasilitas ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pendukung usaha tenant inkubator (start up), yaitu baik dari sisi produk, manajemen, kelembagaan, pembiayaan, pemasaran dan penjualan.

Tenant

Tenant

Data dari Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2018 menunjukkan mayoritas usaha di Indonesia adalah usaha mikro atau sekitar 98,7%, sisanya atau 1,3% terbagi dalam usaha kecil, menengah dan besar. Untuk itu sangat diperlukan kebijakan dan program yang mendukung perkembangan usaha mikro. Saat ini usaha mikro dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk jaring pengaman sosial ekonomi. Usaha mikro dapat mencegah penduduk miskin menjadi semakin miskin, membantu mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan usaha mikro yang berkelanjutan dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat dan juga memberikan kontribusi mengurangi pengangguran jika mampu berkembang naik kelas usaha dan merekrut pegawai.

Investor

Investor

Melalui inkubator bisnis, pelaku usaha juga bisa dengan lebih mudah mendapatkan investor yang tepat. Selama mengikuti program inkubator bisnis, perkembangan usaha di tahun-tahun pertama akan dipantau apakah berjalan ke arah yang benar dan nantinya akan dievaluasi

POTENSI PENGEMBANGAN PROGRAM INKUBATOR LPDB-KUMKM

Re-Focusing

Re-Focusing

Kategori / Sektor / Komoditas Usaha tenant yang di-inkubasi sesuai Permenkop / Stranas / Renstra Kemenkop / Visi LPDB / Kebutuhan Pasar.

Mendorong Lembaga  Inkubator

Mendorong Lembaga Inkubator

Untuk meningkatkan POLA INKUBASI tidak hanya in-wall tapi juga out-wall dan memperkuat business services yang diberikan kepada tenant.

Mempertajam Outcome

Mempertajam Outcome

Mempertajam Outcome yang diharapkan dari kerjasama inkubasi sekurangnya sesuai indikator keberhasilan yang diharapkan sesuai dengan permenkop.

Memperluas Kemitraan dengan BLU

Memperluas Kemitraan dengan BLU

(misal : SMESCO ; PPEI KEMENDAG) dan lembaga lain yang relevan baik dalam rangka pengaturan proses inkubasi ataupun dalam rangka Business Match Making.

Tim Seleksi dan Supervisi

tim independen - kepdir LPDB - No. 07-kep-lpdb-i-2021

Ilham Faturohman

Ilham Faturohman

Pendi Yusup

Pendi Yusup

Inra Sumahamijaya

Inra Sumahamijaya

Miftachul Choiri

Miftachul Choiri

Visi dan Misi Program Ridi

Visi

Terwujudnya Daya Adaptif Koperasi dan UKM di Era New Normal

Misi

Perluasan Lapangan Kerja

Perluasan Lapangan Kerja

Meningkatkan Keinovasian

Meningkatkan Keinovasian

Menciptakan Model Inkubasi

Menciptakan Model Inkubasi

Pencapaian Ridi Hingga 2021

13

Inkubator

178

Tenant

0

Lapangan Pekerjaan